Jumat, 19 Januari 2018

MENGAPA UMUMNYA KAUM MUSLIMIN MENINGGALKAN EKONOMI ISLAM?



Hal itu karena beberapa sebab yang sangat mendasar sekali  sebagaimana yang telah dikatakan oleh para ahli ekonomi Islam saat ini, diantaranya adalah:

Pertama :       Penjajahan
Kita mengetahui bahwa  negri-negri kaum muslimin sebelum abad ke 20 SM telah dijajah kaum kuffar seperti oleh Inggris, Belanda, Prancis, dan lain-lain. Para penjajah secara paksa telah menerapkan system yang ada pada mereka dalam politik, hukum dan ekonomi. Sehingga mereka pulang ke negeri mereka masng-masing, mereka meninggalakan negri-negri muslim dalam keadaa sekarat.
Maka keadaan kaum muslimin tidak lebih baik dari yang sebelumnya tentang ekonominya dan seterusnya dari peninggalan penjajah. Inilah salah satu sebab yang sangat mendasar sekali, mengapa kaum muslimimn sampai pada hari ini tetap memakai system ekonomi kuffar, baik secara pelajaran maupun pengalaman dan da’wah. Demikian juga dengan system politiknya dan hukumnya.
Contoh yang sangat menarik sebagai bukti nyata yang dapat dipungkiri, bahwa setiap hari kaum muslimin bermu’amalat dengan system ribawiyyah jahiliyyah, yaitu Bank-Bank Konvensional buatan Yahudi. Bank-bank konvensional ini seratus persen isinya adalah riba jahiliyyah. Kaum muslimin terlibat dan terjerat di dalamnya. Tidak mungkin mereka dapat melepaskan diri dari praktek ribawiyya jahiliyyah dan yahudiyyah ini kecuali mereka kembali kepada Agama mereka Al Islam.

Kedua :          Pemisahan Antara Agama dengan Negara
            Sunggung sangat disesalkan ditangisi oleh Islam, bahwa kaum muslimin telah terjebak    -disebabkan kejahilan mereka terhadap diinul islam- oleh ajaran yang dida’wahkan oleh orang-orang kuffar dan musrikin dan oleh kaum munafiqun yang memisahkan antara Agama (Islam) dengan Negara (daulah)!?
            Padahal system ekonomi Islam itu telah mengatur dengan sebaik-baik peraturan antara:
1.      Orang per orangnya.
2.      Masyarakatnya.
3.      Pemerintahanya atau negaranya atau daulah.
Maka dari itu Agama Islam sama sekali tidak mengenal pemisahan antara Agama dengan Negara atau daulah. Islam adalah Agama yang mengatur hidup dan kehidupan manusia bagi dunia dan akherat mereka untuk kemaslahatan dan kebaikan-kebaikan mereka. Islam tidak meninggalkan dan menyisakan sedikit pun juga dari segala yang dibutuhkan oleh manusia melaikan telah dijelaskannya secara terperinci. Tidak ada kemaslahatan bagi umat manusia kecuali dengan sebab Islam.
Pemisahan antara agama juga hasil kerja dan peninggalan dari para penjajah. Kaum muslimin telah dipisahkan antara agamanya Al Islam dengan negaranya. Cukuplah bagi kaum muslimin pengalaman yang biasa mereka kerjakan. Itu pun telah dicampuri dengan berbagai macam kesyirikan, bid’ah, khurafat, tahayul dan lain sebagainya. Karena tujuan orang-orang kuffar itu bersama kaum munafiqun yang kita kenal dengan nama zindiq adalah untuk membatalkan ajaran Islam yang berjalan di atas hidayah dan cahaya Al Kitab dan Sunnah Nabi mereka yang mulia shallallahu ‘alaihi wa sallam bersama manhaj (sikap dan cara beragama) para Shahabat radhiyallahu ‘anhum.
Ketiga :           Kepuasan Dan Kenyamanan Kaum Muslimin Dengan System Ekonomi Kuffar

Kaum muslimin telah merasa nyaman dan puas dengan system yang ada yaitu system ekonomi kuffar..!?
Imma system sosialis komunis…
Imam system kafitalis…
Bahkan sebagian dari mereka –dan hal ini yang sangat kita sayangkan- yaitu dari orang-orang yang berbicara tentang ekonomi Islam, mereka ingin memadukan antara system sosialis dan kafitalis dengan system ekonomi Islam!!?
Mustahil!!!

Keempat :      Sangat Jauhnya Kaumnya Muslimin Dari Hidayah Dan Cahaya Al-Qur’an Dan Sunnah Nabi Yang Mulia Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam Bersama Perjalanan Salafush Sha-Lih Dari Para Shahabat Dan Taabi’in Dan Seterusnya

Ketika kaum muslimin telah menjauhi dan meninggalkan wahyu Al-Qur’an dan wahyu As Sunnah yang merupakan hidayah dan cahaya yang akan memimpin dan menerangi kehidupan mereka, maka mereka menjadi jahil terhadap Islam. Sedangkan salah satu yang menjadi bagian Islam adalah iqtishaadiyyah islamiyyah. Kemudian mereka meninggalkan para ulama mereka yang telah menjelaskan masalah ini dengan sangat terperinci bahwa Islam mempunyai system yang berbeda, yang di dalamnya penuh kemaslahatan, dengan system yang ada dari orang-orang kuffar yang di dalamnya penuh dengan kezhaliman. Maka ketika mereka telah meninggalkan semua yang tersebut dalam Al-Qur’an dan Sunnah bersama perjalanan salafush shalih, maka mereka pun berada di malam yang gelap gulita, tidak ada cahaya yang akan menerangi mereka lagi, akhirnya satu per satu berjatuhan kejurang kesesatan, diantaranya adalah kesesatan system ekonomi kuffar.

Kelima :          Kaum Muslimin Tidak Peduli Lagi Dengan Pelajaran Iqtishadiyyah Islamiyyah (Ekonomi Islam)

            Ketika kaum muslimin sudah tidak memperdulikan lagi dengan pelajaran Iqtishadiyyah Islamiyyah atau ekonomi Islam akhirnya anak-anak Islam mempelajari system ekonomi kuffar dan system perbankan di sekolah-sekolah mereka. Samapai-sampai sebagian dari mereka mengatakan, “tidak perlu lagi mempelajari ekonomi Islam!?”.
Para ulama dari zaman ke zaman senantiasa membahas masalah ekonomi Islam dan mereka menyeru kepada kaum muslimin agar kembali kepada iqtishadiyyah islamiyyah. Karena iqtishadiyyah islamiyyah mencakup Islam yang dasarnya adalah Al Kitab dan Sunnah yang berkaitang dengan aqidah, ibadah, mu’amalat, akhlaq, dan seterusnya. Karena setiap bagian dari bagian-bagian Islam terkait satu dengan yang lainnya. Tidak berdiri sendiri-sendiri!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar