Hal itu karena
beberapa sebab yang sangat mendasar sekali
sebagaimana yang telah dikatakan oleh para ahli ekonomi Islam saat ini,
diantaranya adalah:
Pertama : Penjajahan
Kita
mengetahui bahwa negri-negri kaum
muslimin sebelum abad ke 20 SM telah dijajah kaum kuffar seperti oleh Inggris,
Belanda, Prancis, dan lain-lain. Para penjajah secara paksa telah menerapkan
system yang ada pada mereka dalam politik, hukum dan ekonomi. Sehingga mereka
pulang ke negeri mereka masng-masing, mereka meninggalakan negri-negri muslim
dalam keadaa sekarat.
Maka
keadaan kaum muslimin tidak lebih baik dari yang sebelumnya tentang ekonominya
dan seterusnya dari peninggalan penjajah. Inilah salah satu sebab yang sangat
mendasar sekali, mengapa kaum muslimimn sampai pada hari ini tetap memakai
system ekonomi kuffar, baik secara pelajaran maupun pengalaman dan da’wah.
Demikian juga dengan system politiknya dan hukumnya.
Contoh
yang sangat menarik sebagai bukti nyata yang dapat dipungkiri, bahwa setiap
hari kaum muslimin bermu’amalat dengan system ribawiyyah jahiliyyah, yaitu
Bank-Bank Konvensional buatan Yahudi. Bank-bank konvensional ini seratus persen
isinya adalah riba jahiliyyah. Kaum muslimin terlibat dan terjerat di dalamnya.
Tidak mungkin mereka dapat melepaskan diri dari praktek ribawiyya jahiliyyah
dan yahudiyyah ini kecuali mereka kembali kepada Agama mereka Al Islam.
Kedua : Pemisahan Antara Agama dengan Negara
Sunggung
sangat disesalkan ditangisi oleh Islam, bahwa kaum muslimin telah terjebak -disebabkan kejahilan mereka terhadap diinul
islam- oleh ajaran yang dida’wahkan oleh orang-orang kuffar dan musrikin
dan oleh kaum munafiqun yang memisahkan antara Agama (Islam) dengan Negara (daulah)!?
Padahal system ekonomi Islam itu
telah mengatur dengan sebaik-baik peraturan antara:
1.
Orang
per orangnya.
2.
Masyarakatnya.
3.
Pemerintahanya
atau negaranya atau daulah.
Maka dari itu Agama Islam sama sekali tidak mengenal pemisahan
antara Agama dengan Negara atau daulah. Islam adalah Agama yang mengatur
hidup dan kehidupan manusia bagi dunia dan akherat mereka untuk kemaslahatan
dan kebaikan-kebaikan mereka. Islam tidak meninggalkan dan menyisakan sedikit
pun juga dari segala yang dibutuhkan oleh manusia melaikan telah dijelaskannya
secara terperinci. Tidak ada kemaslahatan bagi umat manusia kecuali dengan
sebab Islam.
Pemisahan antara agama juga hasil kerja dan peninggalan dari para
penjajah. Kaum muslimin telah dipisahkan antara agamanya Al Islam dengan
negaranya. Cukuplah bagi kaum muslimin pengalaman yang biasa mereka kerjakan.
Itu pun telah dicampuri dengan berbagai macam kesyirikan, bid’ah, khurafat,
tahayul dan lain sebagainya. Karena tujuan orang-orang kuffar itu bersama kaum
munafiqun yang kita kenal dengan nama zindiq adalah untuk membatalkan
ajaran Islam yang berjalan di atas hidayah dan cahaya Al Kitab dan Sunnah Nabi
mereka yang mulia shallallahu ‘alaihi wa sallam bersama manhaj (sikap
dan cara beragama) para Shahabat radhiyallahu ‘anhum.
Ketiga : Kepuasan Dan Kenyamanan Kaum Muslimin Dengan System Ekonomi
Kuffar
Kaum
muslimin telah merasa nyaman dan puas dengan system yang ada yaitu system
ekonomi kuffar..!?
Imma
system sosialis komunis…
Imam
system kafitalis…
Bahkan
sebagian dari mereka –dan hal ini yang sangat kita sayangkan- yaitu dari
orang-orang yang berbicara tentang ekonomi Islam, mereka ingin memadukan antara
system sosialis dan kafitalis dengan system ekonomi Islam!!?
Mustahil!!!
Keempat : Sangat Jauhnya Kaumnya Muslimin Dari Hidayah Dan Cahaya Al-Qur’an
Dan Sunnah Nabi Yang Mulia Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam Bersama Perjalanan
Salafush Sha-Lih Dari Para Shahabat Dan Taabi’in Dan Seterusnya
Ketika
kaum muslimin telah menjauhi dan meninggalkan wahyu Al-Qur’an dan wahyu As
Sunnah yang merupakan hidayah dan cahaya yang akan memimpin dan menerangi
kehidupan mereka, maka mereka menjadi jahil terhadap Islam. Sedangkan salah
satu yang menjadi bagian Islam adalah iqtishaadiyyah islamiyyah. Kemudian
mereka meninggalkan para ulama mereka yang telah menjelaskan masalah ini dengan
sangat terperinci bahwa Islam mempunyai system yang berbeda, yang di dalamnya
penuh kemaslahatan, dengan system yang ada dari orang-orang kuffar yang di
dalamnya penuh dengan kezhaliman. Maka ketika mereka telah meninggalkan semua
yang tersebut dalam Al-Qur’an dan Sunnah bersama perjalanan salafush shalih,
maka mereka pun berada di malam yang gelap gulita, tidak ada cahaya yang
akan menerangi mereka lagi, akhirnya satu per satu berjatuhan kejurang
kesesatan, diantaranya adalah kesesatan system ekonomi kuffar.
Kelima : Kaum Muslimin Tidak Peduli Lagi Dengan Pelajaran
Iqtishadiyyah Islamiyyah (Ekonomi Islam)
Ketika kaum muslimin sudah tidak
memperdulikan lagi dengan pelajaran Iqtishadiyyah Islamiyyah atau
ekonomi Islam akhirnya anak-anak Islam mempelajari system ekonomi kuffar dan
system perbankan di sekolah-sekolah mereka. Samapai-sampai sebagian dari mereka
mengatakan, “tidak perlu lagi mempelajari ekonomi Islam!?”.
Para
ulama dari zaman ke zaman senantiasa membahas masalah ekonomi Islam dan mereka
menyeru kepada kaum muslimin agar kembali kepada iqtishadiyyah islamiyyah. Karena
iqtishadiyyah islamiyyah mencakup Islam yang dasarnya adalah Al Kitab
dan Sunnah yang berkaitang dengan aqidah, ibadah, mu’amalat, akhlaq, dan seterusnya.
Karena setiap bagian dari bagian-bagian Islam terkait satu dengan yang lainnya.
Tidak berdiri sendiri-sendiri!