Pengalaman
yang kualami menjadi anak semester 4 menuju semester 5. Bosan. Rasa bosan itu menghampiri
dan melekat disanubari. Menganggap pelayaran yang selami ini dijalani tidak
berarti. Itu Aku Banget. Aku ngerasa semester ini tuh kaya buang-buang waktu
aja. Bahkan aku berniat untuk berhenti kuliah. Dan ternyata setelah tanya sama
temen-temenku yang laen ternyata mereka merasakan perasaan yang sama dengan
ku.
Ternyata
rasa bosan ini berjamaah.
Tapi
akhirnya aku bisa survive. Oleh sebab itu di sini Aku mau berbagi tips
agar kita bisa survive dalam menghadapi kuliah yang sudah membosankan ini.
1. Solah Tahajut
Solat Tahajut itu andalan banget loh guys!!
(buat temen-temen yang muslim) Solat Tahajut bisa dijadiin alternative.
Apapun masalahmu Tahajut lah, bukan Cuma masalah kuliah, Tahajut juga bisa
jawab semua permasalahan kita, dari masalah yang berat sekali pun, minta ampun atas dosa-dosa
yang melimpah ruah, minta sesuatu yang sangat mustal sekalipun bisa dinego
dalam tahajut. Bahkan minta jodoh juga bisa loh *eh.
Malam yang sunyi, membuat siapa yang berdoa
disepertiga malam pasti akan merasakan indahnya berdoa nan meminta. Dan siapa
yang berdoa kepada Allah pasti akan dikabulkan, siapa yang meminta akan diberikan.
Dan solat Tahajut adalah waktu yang tepat untuk meminta petunjuk langsung dari
Allah Azza wa jalla.
2. Minta Tanggapan Orang Tua
Yah berhubung aku kuliat masih dibiayain orang tua jadi
harus musyawarah sama yang membiayaiku kuliah.
Sebagai orang tua mereka sedih setelah mendengarkan pernyataanku yang
ingin berhenti kuliah.
Dari sisi lain, selain diriku sendiri ada orang tuaku yang
mengharapkan kesuksesan ku dari jalan kuliah ini. Hampir semua orang tua
mengingginkan anak-anak bisa sekolah tinggi. Ada orang tua yang bisa mewujudkan
keinginan itu dengan mudah ada juga yang dengan susah payah. Dan jika orang tua
kita termasuk golongan yang susah payah dalam menyekolahkan anaknya maka
keputusan yang paling tepat jangan keluar dari kuliah.
Walaupun tidak ada yang bisa menjamin kesuksesan dengan lulus kuliah dan bergelar sarjana. Namun
setidaknya kita bisa membuat orang tua kita bangga karna dapat membuat anaknya
bisa memiliki jenjang lebih bagus dari pada mereka.
3. Konsultasi PA (Pembimbim Akademik)
Setiap mahasiswa pasti punya Pembimbing Akademik
masing-masing, dan sebagai mahasiswa seorang PA adalah konselor yang cocok
banget untuk konsultasi tentang kuliah.
Dari pengalamanku, curhat sama PA adalah keputusan yang
sangat tepat (kecuali kalo PA kalian emang killer atau kurang bersahabat). Bedasarkan pengalaman
dari PA-ku harapan orang tua yang mengkuliahkan anaknya adalah derajat yang
lebih dihormati dari gelar sarjana. –yah Waupun zaman sekarang gak ngaruh sih sebuah
gelar itu-
4. Cari Temen Yang Kurang Beruntung
Bukan bermaksud
merendahkan atau yang lainya. Waktu kita SMA/SMK/MAN atau pondok, kita pasti
punya temen yang pinter dan pingin kuliah (lebih layak kuliah dari pada kita)
tapi tidak bisa kuliah karena adanya suatu keterbatasan. Dari merka kita bisa
mengambil hikmah dan minimal kita bisa mensyukuri keberuntungan yang diberikan
kepada kita.
5. Minta Pendapat Sama Seseorang Yang Lebih Dewasa
Dewasa bukan berarti tua. Seseorang yang bisa dijadikan
sebagai teman curhat juga bukan seseorang yang jauh, bisa teman dekat kita atau
sepupu yang menurut kita dia lebih dewasa dari kita.
Semua orang memang ada
rezekinya masing-masing, ada jalan untuk menggapai kesuksesan yang berbeda
beda, dan tidak hanya dengan kuliah. Tapi setidaknya dengan kuliah kita bisa
membuka cakrawala dan menambah wawasan. Dan membuat orang tua kita bangga karna
kita satu jenjang lebih baik dari orang tua kita.
Semoga tips ini bisa
mengobati kegalauan temen-temen.
